Tuesday, August 21, 2007

Kecil-Kecil Jadi Manen

Niat baik pemerintah memberantas korupsi patut diacungi jempol, meski mesti disadari, tidaklah mudah menyembuhkan penyakit yang semakin lama semakin akut. Terjangkitinya penegak hukum, disinyalir telah membuat upaya penyembuhan penyakit ini semakin kurang (bahkan tidak) mujarab. Tidak hanya merugikan negara dalam perkara materi, jiwa-jiwa bangsa ini pun terancam, karenanya. Entah latah atau terinspirasi, banyak oknum masyarakat yang mulai tergiur untuk mengikuti perilaku-perilaku permisif elit kekuasaan.

Masa pembagian dana konpensasi kenaikan BBM, adalah masa panen bagi oknum aparat yang dengan alasan uang lelah pembagian, tega memotong dana untuk masyarakat yang saat itu benar-benar kesulitan hidup, dihimpit berbagai kenaikan harga, Dana BOS, Bantuan Operasional Sekolah, diperuntukkan membantu kelancaran pendidikan (terutama) siswa yang kurang mampu, diakui oleh sebagian oknum guru di”manfaat”kan untuk keperluan “entertain” pribadi mereka. Beberapa oknum mahasiswa kedapatan melakukan “mark-up” uang SPP, dengan memanipulasi kartu bayaran. Mereka tega mendungui orang tuanya yang mati-matian menyekolahkan mereka.

Sepertinya semakin hari, hal semacam ini sudah lumrah dan dianggap biasa. Dengan dalih; tuntutan kebutuhan, kepepet atau mencari uang sampingan, praktik praktik semisal itu menjadi halal. Ngomong-ngomong, apakah semua ini merupakan buah sukses kampanye “ayo korupsi” melalui keteladanan elit kekuasaan, yang tidak disadari ?


Pic is from here

peyek said...

Pertamax !!!

peyek said...

Kadang-kadang masyarakat menganggap praktek-praktek seperti itu sudah maklum terjadi

vino said...

@peyek
liyatnya sih ke atas mulu

regsa said...

begitulah kira2....
sayapun bertanya juga dengan diri saya sendiri..bila saya mempunyai kesempatan korup apakah saya berani menolak ?

almascatie said...

hmmmm yang saya takutkan adalah kita dikondisikan untuk menerima sebuah itu sebagai hal yang wajar...
lama2 kita tidak lagi melihat korupsi sebagai kejahatan tetapi sebuah hal biasa yg jika dilakukan tidak apa2
T_T

ekowanz said...

hoho...analogi terbalik..jd orang2 biasa ikutan korup krn melihat org2 birokrasinya jg korup..

tp padahalkan org yg dulunya korup juga org biasa, jd ini meneruskan kebiasaan nenek moyang dong :p jadi seperti sebuah mata rantai yg tiada habisnya :D

bicara korupsi di negeri ini sudah sgt susah, spt yg almascatie blg ini sdh menjadi hal biasa...walaupun diluar skrg lumayan banyak kasus diungkap,tp kasus korupsi ini kan spt sebuah gunung es...ya spt yg aq blg td, seperti jadi sebuah mata rantai kehidupan saja korupsi ini :(

termasuk saya hahahaha... :D
*kiddink bro*

ayahshiva said...

anak kecil aja sekarang udah bisa korupsi walau sesungguhnya dia gak tahu apa itu korupsi, coba aja deh suruh anak kecil untuk membeli sesuatu, biasanya dia akan ambil kembaliannya

vino said...

@regsa
orang bijak bilang, kejelekan terjadi karena 2 hal; kesempatan dan pribadi orang itu.
kalo orang niat jelek tapi kesempatan ga ada, ga terjadi tuh kejelekan, begitupun sebaliknya
:D

@almascatie
kejelekan kalo dibiarin gitu, awalnya ada perlawanan; mereda, hilang dan kemudian dianggap wajar dan akhirnya kebiasaan.
:D jadi gimana ?

@ekowanz
...minimal, setelah ngliyat org2 atas yg korup aja aman2 aja. berarti kan "aman" juga buat diikutin...
:D asal "syaratnya" ada, bisa bebas tak bersyarat vonisnya hahah...

@ayahshiva
kalo anak kecil masih bisa diingetin.anak gede, apalagih buanyakan....halah ?
*sedih ga siy, ayah !*

neng ika said...

duh, baca yang bagian SPP mahasiswa itu, neng jadi inget mamah neng yang gak kenal nyerah sekolahin neng:(

moga kelak bisa balas jasa-jasanya.

vino said...

@neng ika
ehmm...anak baek.
pasti mamah seneng tuh punya neng...

deen said...

yah, beginilah bangsa kita..saling menunggu untuk menjadi baik..
*miris..

dokterearekcilik said...

Salam kenal... korupsi tidak muda..diperjuangkan dimulai dari hal keci...nyolong mangga...nyolong software...nyolong proyek....nyolong negara... he..he..he

vino said...

@deen
mungkin perlu keteladanan...
:D

@dokterearekcilik
lam kenal juga,
semua dari hal yang kecil yah kan, dok ! :D

venus said...

kampanye "ayo korupsi"?? ada ya? huahahaha...

roffi said...

hi Vin nice article

Kampret Nyasar said...

Terlepas dari apatisme stadium akut yang sudah di idap bangsa ini, salah satu yang menambah permanen situasinya adalah pemberitaan negatif yang terus meneris dan kurang di imbangi dengan prestasi positif lainya.. :-)

Mudah2an cerita/berita keberhasilan anak bangsa ini bisa lebih banyak dimuat..

Seneng udh bisa mampir kesini lagi..

Ohya, warung kopi kita udah di buka lagi tuh ---> ada suguhan baruuuu, lho!.... :-) dan Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.

vino said...

@venus
kampanye ayo korupsi dalam tanda kutip. soalnya mungkin tidak disadari, bahwa perilaku adalah bentuk pengopinian diam-diam.
*hi venus*

@roffi
hi mas,...
makasih. vino dah liat pic mas heheh
*salam buat keluarga*

@Mas pralangga
keberhasilannya, yah itu...
peringkat ke sekian di asia heheh
*tulisan ttg merdeka menyentuh*

mer said...

yah, beginilah nasib negeri kita. penyakit korupsi sudah menjadi epidemik. tapi paling tidak, kita bisa melawan dengan tidak menjadi bagian dari jaringan penyebaran penyakit ini, dan kalau bisa 'memutus' rantai penyebaran.

thanks sudah singgah di blog saya.
salam,
m

Kang Adhi said...

Korupsi? Sttts.. sekarang makin canggih lho caranya

vino said...

@Mba Mer
...tetep semangat yah Mbak ! setuju
*lam kenal mbak*

@Kang Adhi
:D ....gitu yah,
boleh dong tau caranya hahah