Tuesday, July 7, 2009

Naga

beroleh oase atas jura tiada putus. atas lantang tinggi menembus. merah api membakar lelangit kuasa. tiada opsi selain; berjulang berdiri menggenggam semesta api atau lebur mendebu bersenyawa bumi. di garis terdepan berkobar merebut hak seutuh nyawa, pemilik absah cinta. semeski dikau tetap tertenung aura gulita, tiada surut nyawa menderma dan pantang pikir ini berhenti bergerilya. walau kuakui hampir sakit jiwa. kini aku benderang diatas sabda Sanghyang tentang gurat hatimu, akhirnya. namun, dermaan jiwa masih akan selalu bersengitkecamuk, bukan mewujud mimpi dua hati memang, setetapinya menjadi suluh atas jiwa-jiwa tanpa biduk menjadi pembakar genderang perlucutan kekang. aku naga, badan terbakar terpanggang api pun adalah mulia

Monday, June 8, 2009

bukan cinta

berpikul-pikul pendaman hasrat dikau, terterjemah dalam desir rasa, gelora goda, bahasa kata dan raga. tiada pernah, perasaan tega mengedepan disaat pengharapan dan permohonan sebegitu dalam berjura dihadapan, seolah segalanya terpersembahkan. ini bukan cinta, seperti ikrar kalian di altar suci. ini hanya koalisi kerja seni apresiasi atas masterpiece agung; berpadu dalam harmoni, sensasi. kau. aku. berkali kau memasang mata iba dan tabur rona untuk mengulang kolaborasi yang tiada bisa berhenti dengan kata cukup.

Thursday, February 19, 2009

bersamamu

sungguh, indera dengar masih fasih mengimla barisan oktaf dialek ujarmu. sesungguhnya pula, gununggunung beserta pepohonan yang berjulang dialtar rasa ini, masih merekam setiap sepoi, hembus dan alunan angin tresnamu ; menabuh, menggetarkan, memukaukan, menghingaraurakan membingarkilaukan puingpuing istana kasih ini. senyata, hadirmu berujud sempurna, utuh dengan senyum dan tatap bijak. sebagai cinta, semata, untuk kami semua.


3 bulan mengenang papa disurga

Monday, October 20, 2008

Merah Hatiku

Singgasanamu terlalu angkuh untuk ku raih, ternyata. Dan berulang, nadi ini berhenti berdenyut. Seundak demi undak, langkah ini ku tarik kebelakang. Entah, alasan apa yang mendalili kelemahan ingin ini. Meski, selalu kuarahkan harapku ke undak-undak tangga menujumu. Aku menginginkan tetap bernafas dan memujamu. Merinduimu, meski hanya sekedar bayangan


gambar diambil dari sini.

Thursday, August 28, 2008

Kita Harus Bicara

Riak nurani memarau; hilang suara. hilang daya. Hampir saja bendera putus asa terpancang berkibar-kibar, menyisakan dendam juga geram (tentunya).
Tidak sekali nurani membujuki diri; untuk bepikir, bersuara dan bertingkah atas namanya, setelah selama ini; ketakutan, ketakjuban dan kesilauanlah yang menahkodai, bahkan mengintimidasi; jiwa, hidup dan kehidupan. Dan semuanya, hanya menyisakan; sakit, pedih dan kepedihan.
Celakanya, entah akan kapan ada hirau hingga seutuh kesejatian sesegeranya sempurna, padahal entah sampai kapan, nurani akan tetap tegar meneriakan tuntutan, membuka kesadaran, membebas dari keterjajahan.

Pic is from here

Saturday, March 1, 2008

blink

sometimes you come. bring the lights

text is from forthwith

Friday, February 22, 2008

mencerdaskan kehidupan bangsa(t)













upaya mewujudkan salah satu tujuan negara, yang termaktub dalam pembukaan UUD xxxx, semakin menampakkan keberhasilan. lahirnya anak -anak bangsa(t) dari kelas teri sampai setingkat kelas pejabat dan petinggi negara, telah menjadi bukti. pantas saja kalau negeri ini mampu menempati peringkat kelima di dunia dalam urusan korupsi. congratulation ! :(

Pic is from here