Sunday, December 10, 2006

l u n c h

mengambil jeda sejenak. disela pekat memenat. cawan, senduk terhidang. meski tak berbandrol tinggitinggi, cukup sesungguhnya.
memompa darah. menghangat. menerang lagi.
tawa renyah. bisik pemeriah. sederhana. ranum rasa, rasanya kembali. ada denyut nadi. ada degupan; baru. meski berakhir disaatnya. menyelesaikan jeda.

| makan siang bukan lagi semisal rutinitas pemenuhan fisik semata. cengkrama hangat yang mewarnainya; menghangatkan kembali aspek psikis. bukan melulu menu yang menarik, tapi suasana yang tersaji kadang mampu merehatkan kepenatan sejenak. sebelum pengkaryaan kembali dimulai |


pic is from here

nananias said...

all actually depends on the heart that cherishes things including those seemingly unimportant details. then nothing is boring, nothing is it-is-just-another-boring-routine.

anima said...

agreed. lunch is all that, served better with friends. good friends

vino said...

buat nananias & anima :
lunch dulu yuuuk
*nana yg traktir kok*

Anang said...

met lunch de

gituchka said...

klo nana yg traktir hrus ke bali donk..ikuttttt

nana said...

lho? saya yang traktir? dalam rangka apa ya? oooh iya iya....dalam rangka merayakan hari bahagianya anima, jadi ayo ke bali semua, anima yang traktirrr.. horeee! :p

Jed said...

Hebat,..

makan siang aja bisa menimbulkan inspirasi...

hebat..

www.revolutia.org

vino said...

buat Anang:
yuk...bareng !

buat gituchka:
kan dah dapet honor dari pedapa,
jadi makan, tiket pp dan akomodasi ditanggung *sendiri hehe*

buat nananias:
animaaaaa, vino traktir !

buat Jed:
makasih Jed.
revolutia keren !