Showing posts with label soulrise. Show all posts
Showing posts with label soulrise. Show all posts

Thursday, February 19, 2009

bersamamu

sungguh, indera dengar masih fasih mengimla barisan oktaf dialek ujarmu. sesungguhnya pula, gununggunung beserta pepohonan yang berjulang dialtar rasa ini, masih merekam setiap sepoi, hembus dan alunan angin tresnamu ; menabuh, menggetarkan, memukaukan, menghingaraurakan membingarkilaukan puingpuing istana kasih ini. senyata, hadirmu berujud sempurna, utuh dengan senyum dan tatap bijak. sebagai cinta, semata, untuk kami semua.


3 bulan mengenang papa disurga

Monday, October 20, 2008

Merah Hatiku

Singgasanamu terlalu angkuh untuk ku raih, ternyata. Dan berulang, nadi ini berhenti berdenyut. Seundak demi undak, langkah ini ku tarik kebelakang. Entah, alasan apa yang mendalili kelemahan ingin ini. Meski, selalu kuarahkan harapku ke undak-undak tangga menujumu. Aku menginginkan tetap bernafas dan memujamu. Merinduimu, meski hanya sekedar bayangan


gambar diambil dari sini.

Thursday, August 28, 2008

Kita Harus Bicara

Riak nurani memarau; hilang suara. hilang daya. Hampir saja bendera putus asa terpancang berkibar-kibar, menyisakan dendam juga geram (tentunya).
Tidak sekali nurani membujuki diri; untuk bepikir, bersuara dan bertingkah atas namanya, setelah selama ini; ketakutan, ketakjuban dan kesilauanlah yang menahkodai, bahkan mengintimidasi; jiwa, hidup dan kehidupan. Dan semuanya, hanya menyisakan; sakit, pedih dan kepedihan.
Celakanya, entah akan kapan ada hirau hingga seutuh kesejatian sesegeranya sempurna, padahal entah sampai kapan, nurani akan tetap tegar meneriakan tuntutan, membuka kesadaran, membebas dari keterjajahan.

Pic is from here

Saturday, March 1, 2008

blink

sometimes you come. bring the lights

text is from forthwith

Monday, February 18, 2008

nafas nafas

berkubang dalam mayapada maya, berkarib kunang. menyembari berkalutkan kelimbungan, berpatah keelingan. indera ini sesempurna julangan awan tanpa penopang tiang, namun entahlah, kadang fungsinya berkurang 50% dari kewaras-ajegan. lidahku tiada kelu memanggil-manggil keelokan namamu, pikirku merawat harap lambaian tulus hatimu. dimana pun wujudmu, rasa ini tiada lelah mengais-ngais kerelaan sapaan hangatmu. aku sungguh menggilai seutuh tawa renyah-lepas dirimu. sampai saat ini. engkau mungkin tiada tahu atau celakanya mungkin tiada mau tahu


Pic is from here

Thursday, November 15, 2007

rindu

Tentang pernah ada dan kini tiada berada. Sesuatu yang seolah kosong. ditinggal jiwa dari nyawa keberdirian. dan rasa itu adalah usaha menggapai capaian kembali, menyatu persatuan semula, hasrat dan semerbak kedukaan keberharapan keberkeinginan sangat, sempurna. Titik akhirnya adalah kepatahkepakan sayap harap. Sesaat setelah semua seolah mustahil kembali. atau ?...

Pic is from here

Wednesday, March 14, 2007

riak redam

melayang. tanpa sayap. mana awan. mana bulan. serasa mata ini tak kuasa meraih. dan. degupan jantung. denyutan nadi. mengencang. tak kuasa terkekang. mana asa. mana kuasa. serasa hati ini tak bernyawa. dan. pundak ini. yang tak terbiasa terkulai koyak. merendahkan ketinggian. mana beban. mana ketakutan. serasa raga ini tak berkekuatan. dan. lisan ini. beku.bisu. tak kuasa bergumam. berdentang. mana harapan. mana permintaan. serasa balutan menyumbati pernafasan. dan. berdiam. tanpa kata. merindu. mana bintang. mana gemintang.

Pic is from here

hari pelangi

tentang hari ini. tak usahlah berisau hati. terbitnya fajar timur. isyarat masih ada kesempatan berbagi kebersamaan.
mendung sedikit tak apalah, gelappun berhujan bukan tak mungkin mencipta pelangi. selamat hari ini.
'katumburi' itu kamu. indah itu kamu.

pic is from here

Sunday, March 11, 2007

- 2

redup. sekam jingga. enggan memerah lamalama. langitlangit. rapuh. dingin. berbeku kaku. menanti tiba membiru. menanti tiba membisu. tidak berselang lama. tidak lebih dari sejumlah jarijari tangan dan jarijari kaki. sebentar saja. bahkan kurang dari setengah kedipan mata.
bukan muslihat. salju lebat. bukan tipu daya. hujan dingin. akanternyata hati yang hampa. telah meminta.membekunya asa.

pic is from here

Wednesday, December 20, 2006

semesta tata

ambisi ingin. melengkapi seutuh hasrat. seluruh daya dengan simbahan peluh kadang keluh. purnakan sewujud persembahan total. berharap capaian sesuai mau. sempurna. tapinyataternyana. kadang harap tak berbalas. usaha tak berbanding capaian. patahasa kadang bergaung.

Ini kehidupan; teratur tata.setiap ingin taksemua terpuas. sabari tanpa gusaran


pic is from here

Monday, December 18, 2006

Parkiran

satu. dua. tiga. bahkan berpuluhan. berjejerderet. berbilang merek terkenal. berapihbaris. bmw. jaguar. merci. takkepalangragam. meskibegitu takhadir sedetikpun rasa aku. takterpancar seulaspun senyum angkuh. faham utuh; cepatlambat. hilang tektergenggam. semua

ini kehidupan; sirna perlahan. setiap ada akan tak ada. resapi tanpa ratapan.


pic is from here

Saturday, December 16, 2006

dan kemudian terbitlah pagi

pun.malam-malam jahanam; berpanjangpanjang, bermatipeka, bergelaplegam, berbekudiam, bersulamseram.
suditaksudi; berakhir, berganti.

Ini kehidupan; hidup, berubah. Setiap naskah berepisode. Maknai tanpa makian.


pic is from here

Thursday, December 14, 2006

langkah awal

punah segala risau. akhirnya. dengan sedikit tenaga, paksa dan campuran kemauan. tidaklah seberapa. terkira. daya yang terkurbankan, demi sebuah harapan. dan teraih satu bulir asa kemenangan.
mungkin belum bisa dikata seutuh kemenangan. meski disebut demikianpun tiada apa. mungkin lebih layak sejumput kemerdekaan; dari takut, dari tindasan asa diri. segores pertama tertatih telah tertatah, kemudian tinggal melanjutkannya tanpa terlalu besar beban
meski sepenuhnya tersadar, setelah ini. ada penantang episode baru, dengan warna beda dalam arti yang sebenernya sama ketidakmerdekaan

pic is from here

Wednesday, December 13, 2006

kembang tigabelas rupa

bukan semisal baut dan murnya. bukan semisal rumah dan anak kuncinya. yang secara jasmani saja bersentuhan.
tapi bertautnya pikir dalam keselarasan rasa. menyatunya nalar dalam kesearahan pandang. tak hanya menikmati kesamaan tapi mencicipi rangkai perbedaan. bukan raga yang menjelma dan berpandang rasa, sesungguhnya. namun kehendak yang berpadu dalam dialektika penuh makna. aku melengkapimu, kamu menyempurnakanku.


pic is from here

Friday, December 8, 2006

Api baru

sudah semacam tradisi.kemeriahan setiap berganti tahun;pagelaran musik nonstop. mercon-mercon mencakar awan.terompet kertas meraungraung. klakson bersahutan hingar bingar.gegap gempita. bumi bak tak tersinggah sepi.meliuki kehingarbingaran.larut. mengarus. menyisakan sepetak bilik hati terlimpahi sepi. dilorong terdalam. terbungkus riangnya raga. yang merindui teguran hangat. tanpa kias. diam.pikir.tangis.tawa.kenang. mestikah seperti tahun dulu-dulu.dikala hingaran berdentang.hati sepi menyendiri. dan yang tersisa hanyalah keriangan sesaat.


pic is from here

Wednesday, December 6, 2006

menanti

menahan diri.menjaga harap.
meski galau tanpa tepi.tanpa pasti

pic is from here

Sunday, December 3, 2006

DiSetengahPerjalananSisa

disetengah perjalanan ini. kutemukan berjuta nuansa. kadang membuat mata ini silau. kadang membuat mata ini terpukau. rangkaian metamorfosa menjadi bagian tak terelak nyata.aku merasa masih berdiri seperti ini disini.dan aku merasa tiada yang berubah.sekelilingkulah yang berubah.alamlah yang berubah. mestikah ku tunjuk hidungku sendiri.saat tumbuhan liar memutih dikepala.saat mata ini tak setajam dulu kala bersuara.mestikah alam yang berbicara.bahwa diri inilah yang akan melewati masa sisa.dan alam akan memperoleh penghuni baru.yang juga akan melewati masa, sampai tiada sisa.seperti diriku juga. perjalanan kemana sesungguhnya yang akan kususuri setelah kusudahi setengah perjalanan sisa ini.

pic is from here

Thursday, November 30, 2006

pilihan telah memilih

sudah lama.hari hari kita tak terbentuk bersama. sudah lama yang bukan karena berabad rentang waktunya. sudah lama karena tak terbiasa semenit saja ada jeda untuk tidak bersekutu menuangkan rampaian rasa. kadang marah kadang gelisah. karena pilihanmu dulu. walau ku tak hendak. kini *waktu itu* kumenemukan kembali sebentuk sosokmu.lagi. dengan rampaian rasa yang sudah tersekat. bukan kita.tapi aku.dan kamu. rintihan nada senja, cerita; tentang kenangan tentang pengorbanan tentang cinta tentang benci merendai asa yang tertahan. dan aku dengar kau mengarus dengan lantunan tentang akhir rasa. begitu saja. menemani sewadah dimsum dan segelas jus mangga. aku cuman diam.dan berusaha menjadi sosok sepermintaanmu. walau aku tahu tiada arti. aku masih ingat. ingat sekali semua. sendu. bisu. ketika kau memintaku berujar kata. tetap diam. saat aku ingin juga berungkap rasa. terbata .mencoba menyorongkan hati untuk terluka dengan rela. dan aku tahu akan tidak menyengaja melukaimu. aku tahu. engkau rasa itu. jingga yang membiru. dan ternyana pilihan telah memilihmu. walau ku tak hendak.

pic is from here

Wednesday, November 29, 2006

takhendak untuk

sebenarnya.disimpan dimana hati murni itu sekarang. saat penaburan binar mengerumuni.tiada ada ba-bi-bu ungkapan puja.malah seperti nda ngeroso.bahwa semua punya adalah hibah kasih tak terkira. menggelikan. amat sangat menggelikan. diriku ini. betapa tidak.dimuliakan dengan kelurusan.masih saja meniatkan keplintutan turut.kembelingan tindak.kendablegan hendak.ndak ngeh pieling malah memalingwajahi eling. menakjubkan.amat sangat menakjubkan. dirinya itu.betapa tidak.didera kedunguan durja.masih saja.kau senyumi tulus rasa. mmmmhhhh.sekerasbatupun akhirnya ternganga berkaca *crying*.uluran tanganmu lewat sosokindah yang kucinta.dan bukan sekaliseribukali.dan tiada ternyana.meluruhkan keangkuhbodohdunguegoanku perlahan.sepertinya kau takhendak samasekali pergi selangkah saja untuk selalu tetap disini.menunggu.menanti.mengharap.meminta.mengajak.memapah. sosokkotor ini kembali.

pic is from here