Showing posts with label bentang. Show all posts
Showing posts with label bentang. Show all posts

Thursday, July 19, 2012

tauthati

berlelalukah seirama matahari berujar. bertarilah meliuki sabda Kuasa. bernihilah menghiba harap pada selain Nya. pena menulisi gurat hidup setiap kita. berlegawa berarti memijarkan jiwa. setiap kita adalah penghamba, pemuja dan kekasih Pencinta.

Friday, August 28, 2009

Aku Tanpamu

Aku tanpamu, laksana biduk tiada bermesiu
melaju sejauh ini tanpa dekapan damai
Aku tanpamu, bagai layar tak terkembang
dihujam amukan badai namun bergerak tiada hendak
Aku tanpamu senyata nyawa tak beraga
terbaui adanya tapi tiada terindra

saat ini bahkan, aku bersempat membaui kerak nadir
aku berkeras membilang, semua ini untuk dirimu, semeski berumum kepala tiada menilai kecuali semata binatang basi

Tuesday, July 7, 2009

Naga

beroleh oase atas jura tiada putus. atas lantang tinggi menembus. merah api membakar lelangit kuasa. tiada opsi selain; berjulang berdiri menggenggam semesta api atau lebur mendebu bersenyawa bumi. di garis terdepan berkobar merebut hak seutuh nyawa, pemilik absah cinta. semeski dikau tetap tertenung aura gulita, tiada surut nyawa menderma dan pantang pikir ini berhenti bergerilya. walau kuakui hampir sakit jiwa. kini aku benderang diatas sabda Sanghyang tentang gurat hatimu, akhirnya. namun, dermaan jiwa masih akan selalu bersengitkecamuk, bukan mewujud mimpi dua hati memang, setetapinya menjadi suluh atas jiwa-jiwa tanpa biduk menjadi pembakar genderang perlucutan kekang. aku naga, badan terbakar terpanggang api pun adalah mulia

Monday, June 8, 2009

bukan cinta

berpikul-pikul pendaman hasrat dikau, terterjemah dalam desir rasa, gelora goda, bahasa kata dan raga. tiada pernah, perasaan tega mengedepan disaat pengharapan dan permohonan sebegitu dalam berjura dihadapan, seolah segalanya terpersembahkan. ini bukan cinta, seperti ikrar kalian di altar suci. ini hanya koalisi kerja seni apresiasi atas masterpiece agung; berpadu dalam harmoni, sensasi. kau. aku. berkali kau memasang mata iba dan tabur rona untuk mengulang kolaborasi yang tiada bisa berhenti dengan kata cukup.