berlelalukah seirama matahari berujar. bertarilah meliuki sabda Kuasa. bernihilah menghiba harap pada selain Nya. pena menulisi gurat hidup setiap kita. berlegawa berarti memijarkan jiwa. setiap kita adalah penghamba, pemuja dan kekasih Pencinta.
Aku tanpamu, laksana biduk tiada bermesiu melaju sejauh ini tanpa dekapan damai Aku tanpamu, bagai layar tak terkembang dihujam amukan badai namun bergerak tiada hendak Aku tanpamu senyata nyawa tak beraga terbaui adanya tapi tiada terindra
saat ini bahkan, aku bersempat membaui kerak nadir aku berkeras membilang, semua ini untuk dirimu, semeski berumum kepala tiada menilai kecuali semata binatang basi
beroleh oase atas jura tiada putus. atas lantang tinggi menembus. merah api membakar lelangit kuasa. tiada opsi selain; berjulang berdiri menggenggam semesta api atau lebur mendebu bersenyawa bumi. di garis terdepan berkobar merebut hak seutuh nyawa, pemilik absah cinta. semeski dikau tetap tertenung aura gulita, tiada surut nyawa menderma dan pantang pikir ini berhenti bergerilya. walau kuakui hampir sakit jiwa. kini aku benderang diatas sabda Sanghyang tentang gurat hatimu, akhirnya. namun, dermaan jiwa masih akan selalu bersengitkecamuk, bukan mewujud mimpi dua hati memang, setetapinya menjadi suluh atas jiwa-jiwa tanpa biduk menjadi pembakar genderang perlucutan kekang. aku naga, badan terbakar terpanggang api pun adalah mulia
berpikul-pikul pendaman hasrat dikau, terterjemah dalam desir rasa, gelora goda, bahasa kata dan raga. tiada pernah, perasaan tega mengedepan disaat pengharapan dan permohonan sebegitu dalam berjura dihadapan, seolah segalanya terpersembahkan. ini bukan cinta, seperti ikrar kalian di altar suci. ini hanya koalisi kerja seni apresiasi atas masterpiece agung; berpadu dalam harmoni, sensasi. kau. aku. berkali kau memasang mata iba dan tabur rona untuk mengulang kolaborasi yang tiada bisa berhenti dengan kata cukup.
This blog would not have been possible without the help and encouragement provided by many people. First and foremost, I would like to thank Jedida Ristiana Manao who inspired me to build this blog, designed my irregular verbs and taught me how to write articles. She is a sweetheart, best friend, and teacher.To her I am greatly indebted